PAGAR ALAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pagar Alam sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Adiwiyata dan Pengenalan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) pada Selasa (28/7/2026). Bertempat di Villa Dempo Flower, acara ini digelar sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus mendukung komitmen global Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagar Alam yang diwakili oleh Sekretaris DLH Kota Pagar Alam, Lengga Hariadi, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi sektor pendidikan dalam menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam serta diikuti oleh 99 peserta yang terdiri dari perwakilan TK (2 orang), SD (66 orang), dan SMP (31 orang).
Ketua Pelaksana Kegiatan, Hj. Khairani Al-Hudayah, S.T., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi terbaru program Adiwiyata serta sistem pelaporannya demi mewujudkan sekolah yang berbasis lingkungan di Kota Pagar Alam. Setelah sesi pembukaan yang dipandu oleh MC Yollanda Putri Viani dan pembacaan doa oleh H. Nasrul, S.T., M.M., acara dilanjutkan dengan pemaparan materi inti.

Regulasi Baru dan Komitmen Global
DLH Pagar Alam menghadirkan Siti Zaleha, S.T.,
M.T., selaku Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup
DLH Kabupaten Lahat, sebagai narasumber utama. Siti Zaleha, yang memiliki rekam
jejak membawa sejumlah sekolah meraih Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi
Sumatera Selatan (2024) dan Adiwiyata Nasional (2025), mengupas tuntas
penerapan Peraturan Menteri (Permen) LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 tentang
Penyelenggaraan Program Adiwiyata.
Dalam paparannya, beliau
menjelaskan beberapa poin perubahan signifikan dalam Permen terbaru, di
antaranya:
- Penghapusan masa perpanjangan sertifikat
penghargaan Adiwiyata.
- Penyederhanaan jenjang penilaian dari enam
tingkatan menjadi empat tingkatan (Registrasi + Komitmen,
Provinsi/Kabupaten/Kota, Nasional, dan Mandiri).
- Penyesuaian pengusulan berdasarkan kewenangan
(SD/SMP di tingkat Kabupaten/Kota, SMA/SMK di tingkat Provinsi).
- Penghapusan pemberian penghargaan bagi pemimpin
daerah.
- Fleksibilitas waktu pengusulan tanpa harus menunggu
kegiatan berjalan selama 12 bulan penuh.
Lebih lanjut, narasumber
memaparkan lima aspek utama dalam penilaian Adiwiyata yang wajib dipenuhi
sekolah, yaitu kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman
hayati, konservasi energi, serta konservasi air.
"Program Adiwiyata bukan sekadar perlombaan, melainkan pemenuhan mandat dari Paris Agreement terkait komitmen Indonesia menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% hingga 41% pada tahun 2030. Melalui Adiwiyata, kita berharap dapat menghasilkan generasi baru yang bertanggung jawab penuh terhadap masa depan bumi," tegas Siti Zaleha dalam materinya.




Pengenalan SIDIA dan Berbagi
Pengalaman
Selain materi Adiwiyata, DLH Kota
Pagar Alam juga memaparkan pengenalan aplikasi SIDIA guna mempermudah sekolah
dalam melakukan registrasi dan pemantauan program secara digital.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara, khususnya pada sesi kuis dan tanya jawab aktif di awal materi. Pada sesi sharing session, perwakilan dari MAN 1 Pagar Alam yang diwakili oleh Aris M. dan Herizon E. membagikan pengalaman sukses sekolah mereka dalam menerapkan program ini sebelumnya. Dalam kesempatannya, Bapak Herizon menekankan bahwa kunci keberhasilan Adiwiyata terletak pada partisipasi aktif dan kesadaran kolektif dari para siswa itu sendiri.

Melalui kegiatan ini, DLH Kota Pagar Alam
berharap sekolah-sekolah di tingkat TK, SD, hingga SMP dapat segera
mengimplementasikan aspek-aspek Adiwiyata dan bersiap menuju sekolah peduli dan
berbudaya lingkungan.